1. Deep-lying forward
Deep-lying forward cenderung untuk mundur ke lini
tengah untuk menjemput bola, dan kemudian mendistribusikan kembali ke
rekannya yang bermain di belakang dia, atau mencoba menahan bola sampai
rekan-rekannya bisa bergerak maju ke depannya. Role ini sangat berguna
baik kala diterapkan pada striker tunggal maupun pada salah satu
striker. Dlf biasanya musti memiliki ketangguhan (atribut strength) yang
baik dan sedikit kreatif (creativity). Ia juga harus bisa diharapkan
saat peluang mencetak gol datang.
Seperti layaknya target man, ia juga cenderung untuk bermain membelakangi gawang lawan dan cenderung lebih banyak menggunakan kaki dibandingkan menggunakan tinggi badannya untuk menyundul bola. Biasanya seorang dlf tidak akan mencetak banyak gol, namun sebagai striker tunggal ia bisa menciptakan peluang dan ruang bagi rekannya untuk mencetak gol.
Seperti layaknya target man, ia juga cenderung untuk bermain membelakangi gawang lawan dan cenderung lebih banyak menggunakan kaki dibandingkan menggunakan tinggi badannya untuk menyundul bola. Biasanya seorang dlf tidak akan mencetak banyak gol, namun sebagai striker tunggal ia bisa menciptakan peluang dan ruang bagi rekannya untuk mencetak gol.
Atribut kunci:
kekuatan tubuh
kreativitas
stamina
jumping
heading
sentuhan pertama
tendangan jarak jauh
Contoh aktual:
![](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_v6srljLzKU_1NtBJzjZBPiAUMiGKBk-cQfVAcmnIJcBjSKJTHeZ2exXPloZzx1JFgQMtL_CK5Xlq5aNZe7nDnI5AHJYG42UW3-IcMrXs62jAvfERq3Yv11RrNzxC906u3njqksipkOeJhBlPxDNrP5WvEqeQTcZ81SEK8Aokg64SIs5HO2kL9miA=s0-d)
Robin van Persie
kekuatan tubuh
kreativitas
stamina
jumping
heading
sentuhan pertama
tendangan jarak jauh
Contoh aktual:
Robin van Persie
2. Target man
Target man adalah penyerang tinggi besar yang bisa
ditugaskan untuk menahan bola (hold up ball) atau membelokkan umpan
kepada rekan strikernya. Dengan kemampuannya yang istimewa saat meloncat
menyundul bola (jumping, heading, strength), ia adalah pemain yang
tepat saat ditujukan umpan-umpan lambung. Ia bisa meneror pertahanan
lawan dengan keunggulan fisiknya saat umpan silang (crossing) datang.
Seorang target man tidak perlu menjadi penyerang tertajam di dunia atau
mempunyai skil teknik yang memukau. Dengan keistimewaan fisiknya ia bisa
membuat pertahanan lawan terbuka dengan menahan bola selama mungkin
sampai rekannya yang lebih kreatif datang untuk mencetak gol.
Atribut kunci:
kekuatan tubuh
stamina
jumping
heading
sentuhan pertama
antisipasi
keberanian
dpengambilan keputusan
kerjasama tim
Contoh aktual:
![](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vXuS892z3LSXNyhQz0v7-1rDzpiri4I_sFI0O250HjPLimi71SGgBA58mJJsg4blvfElkcqVlLxarK4COWOm-JivcIHsLZxVryOFggob1ULh73xDFg4bk_I_T7yJYTym-x=s0-d)
Zlatan Ibrahimovic
kekuatan tubuh
stamina
jumping
heading
sentuhan pertama
antisipasi
keberanian
dpengambilan keputusan
kerjasama tim
Contoh aktual:
Zlatan Ibrahimovic
3. Poacher
Poacher adalah salah satu role yang semakin langka
untuk bisa ditemukan dalam level atas sepakbola modern. Kenyataanya,
sepakbola modern kini lebih 'menghargai' penyerang yang tidak hanya bisa
mencetak gol saja tetapi bisa juga membantu rekan gelandangnya, kreatif
dan terus bergerak demi menciptakan ruang bagi rekan-rekannya.
Sedangkan poacher hanya bisa melakukan sedikit dari tugas-tugas diatas.
Tugas seorang poacher memang 'hanya' berkeliaran di sekitar kotak penalti lawan, menciptakan sedikit ruang bagi dirinya sendiri saat menyambut umpan terobosan atau umpan silang demi mencetak gol. Seorang poacher yang bagus bisa mencetak 30 gol lebih semusimnya, tetapi seluruh tim harus mau 'berkorban' untuknya. Poacher juga selalu membutuhkan partner penyerang, jika tidak maka ia akan 'kesepian' di depan sendirian. Rekan gelandangnya harus banyak mensuplai bola ke kotak penalti untuk menciptakan peluang gol baginya. Seorang poacher harus 'berdarah dingin', tajam luar biasa saat di depan gawang, punya pergerakan tanpa bola yang brilian dan sangat konsisten.
Tugas seorang poacher memang 'hanya' berkeliaran di sekitar kotak penalti lawan, menciptakan sedikit ruang bagi dirinya sendiri saat menyambut umpan terobosan atau umpan silang demi mencetak gol. Seorang poacher yang bagus bisa mencetak 30 gol lebih semusimnya, tetapi seluruh tim harus mau 'berkorban' untuknya. Poacher juga selalu membutuhkan partner penyerang, jika tidak maka ia akan 'kesepian' di depan sendirian. Rekan gelandangnya harus banyak mensuplai bola ke kotak penalti untuk menciptakan peluang gol baginya. Seorang poacher harus 'berdarah dingin', tajam luar biasa saat di depan gawang, punya pergerakan tanpa bola yang brilian dan sangat konsisten.
Atribut kunci:
ketenangan
tendangan
posisi / gerakan tanpa bola
kecepatan
dribbling
pengaruh pada tim
sentuhan pertama
pengambilan keputusan
Contoh aktual:
![](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_v2JZx_V_n36XXmaXoyMhBmWYShnX-AOHT_vGOdsOm3OCdefwLldmlArNXKboc-2X86WdhDQUhOYYd2T5EEN87XBUG1pwHSMdilSLk=s0-d)
Raul Gonzalez
ketenangan
tendangan
posisi / gerakan tanpa bola
kecepatan
dribbling
pengaruh pada tim
sentuhan pertama
pengambilan keputusan
Contoh aktual:
Raul Gonzalez
Edisi II / selanjutnya bisa lihat di Tipikal Striker Sepakbola Part II
No comments:
Post a Comment
Silahkan Anda kritik dan sarannya pada kolom komentar di bawah ini / di LINK Contact Us. Karena setiap satu kata Anda berkomentar sangat berarti untuk kemajuan blog ini .
Ingat No-Sara dan No-Rasis ya Sobat!!